Langsung ke konten utama

THE REBORN..

Akhirnya, setelah sekian lama, saya memutuskan untuk sedikit membawa perubahan dalam blog ini. Ga ada lagi nama saya tertera di alamat dan nama blog.. Ga ada lagi foto saya yang terpampang dengan begitu pedenya,hehe..
Cabangranting, demikian nama yang saya ambil. Kenapa nama itu? Sebenarnya sih saya ingin memakai nama lemari pikiran (honestly ini terinspirasi dari salah satu episode Spongebob yang ada semacam lemari arsip gitu di otaknya,hehe) , tapi ternyata nama itu sudah digunakan oleh blog lain. Dan saat saya mencoba mencari nama yang lain, pikiran saya pun bercabang-cabang.. Terus kepikiran deh, ya udah namanya cabangranting aja.. Kan blog ini sering jadi curahan pikiran saya yang kadang tiba-tiba bercabang gitu.. Hehe..
So, this is it! My "reborn" blog: cabangranting! :D

Komentar

  1. ikut bersuka cita yaa atas "kelahirannya" :D

    BalasHapus
  2. makane seperti ada yg hilang, ternyata ganti nama toh..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

the art of "ngeteng":: Bintaro-Bandar Lampung!

back to Bintaroooo... Alhamdulillah udah balik ke Bintaro lagi, semoga aja otak bisa lebih fresh untuk nerima materi kuliah lagi.. Amiiinn...:D

Sekitar Dua Minggu Lalu Ya, sekitar dua minggu lalu saya menggalau. Bukan, bukan galau cinta. Juga bukan galau akademis. Kali ini saya galau liburan. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru, kampus memberikan Libur selama satu minggu. Dan ditambah dengan hasil lobi dengan para dosen, libur kami bertambah menjadi dua minggu. Cukup lama. Tapi tak cukup lama bagi saya yang berkampung halaman di ujung timur Pulau Jawa ini. Bintaro-Bondowoso. Sekitar 22 hingga 24 jam by bus lah, itu kalau lancar. Akhir tahun lalu, ketika saya pulang kampung pas masa-masa liburan akhir tahun seperti ini, saya harus merelakan diri terduduk lesu di dalam bis selama 30 jam karena macet parah.

Berawal dari Kata, Berawal dari Keluarga

"Assalamualaikum Bun! Bulan ini ada promo lagi lho dari XXX. Satu paket berisi 12 buku yang biasanya sekian rupiah, sekarang jadi hanya sekian saja, Bun!"
Beberapa kali saya mendapatkan pesan serupa dari teman-teman saya para penjual buku. Tawaran buku mengalir menjadi godaan tersendiri bagi saya. Apalagi saat ini begitu banyak kemudahan yang bisa kita rasakan saat membeli buku secara online. Namun, seberapa penting sih buku untuk kita?

Buku bukanlah hal yang asing bagi saya. Sejak kecil, saya selalu dikelilingi oleh buku, mulai dari buku pelajaran, majalah, ensiklopedia, hingga komik. Hidup dengan lingkungan seperti itu tentu saja membawa pengaruh yang sangat besar bagi kebiasaan membaca buku saya. Dan kini, di saat saya sudah menjadi ibu dari dua anak, tentunya saya ingin menciptakan hal yang serupa bagi anak saya.
Pentingnya Buku dan Membaca
Dulu, setiap awal tahun ajaran, begitu mendapatkan buku paket pelajaran dari sekolah, saya langsung mengambil buku pelajaran Bahasa In…