Langsung ke konten utama

MEDIA SOSIAL, DUNIA DALAM LAYAR

Suatu hari, di tengah warnet..
“Buset daaah, si Rini makin cantik aja cuuy! Liat nih PPnya.. Gileee “, celoteh seorang remaja berpakaian putih biru sambil menunjukkan layar ke teman di sebelahnya.

Sering mengalami kejadian serupa? Berada di warnet, di tengah area hot spot, atau di tengah keramaian, lalu ada orang lain yang berceloteh sambil menatap penuh harap ke layar monitor atau layar ponsel? Atau.. Orang itu adalah kamu? :p

Ya ya ya, kita sudah tak perlu heran lagi melihat begitu banyak orang yang bisa menatap penuh ekspresi ke layar monitor maupun ponsel. Ekspresi penuh harap, penuh cinta, marah, sedih, bahagia. Lengkap lah. Kalau dulu sih hal ini tentu saja sangat aneh, bahkan kita bisa dianggap gila jika berwajah penuh ekspresi saat tidak ada seorang pun yang menjadi lawan bicara kita. Tapi kini, semua berbeda. Karena apa? Ya, media  sosial!!
Kini, tak perlu lagi kita berhadap-hadapan dengan berbagai orang untuk beraktivitas sosial. Hanya perlu berhadapan dengan layar monitor, ponsel, dan sebangsanya, kita bisa beraktivitas sosial. Ya, media sosial! Siapa sih yang ga kenal media sosial. Ada friendster, linkedin, blog, dan tentu saja yang paling terkenal di Indonesia : Facebook dan Twitter.


Mengutip dari Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog,jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial: proyek kolaborasi (misalnya, Wikipedia), blog dan microblogs (misalnya, Twitter), komunitas konten (misalnya YouTube), situs jaringan sosial (misalnya Facebook), game virtual dunia (misalnya, World of Warcraft), dan dunia sosial virtual (Second Life misalnya). Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Untuk di Indonesia, penggunaan media sosial ini sudah menjadi sesuatu yang sangat mewabah di kalangan lintas usia. Tua, muda, laki-laki, perempuan, sudah “terkontaminasi” virus media sosial. Facebook dan Twitter contohnya. Berdasarkan data dari www.socialbakers.com , 43.515.080 pengguna Facebook berasal dari Indonesia, dimana 42% di antaranya adalah pengguna berusia 18-24 tahun. Banyaknya pengguna Facebook ini membawa Indonesia menyandang peringkat ketiga dalam deretan negara dengan pengguna Facebook terbanyak. Luar biasa kan? Sedangkan untuk jejaring sosial Twitter, Indonesia menduduki peringkat kelima negara pengguna Twitter terbanyak dengan jumlah pengguna sekitar 19,5 juta. Untuk jumlah kicauan atau twit, Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah US dan Brazil. (http://aworldoftweets.frogdesign.com/). Media sosial yang juga tenar di Indonesia adalah YouTube. Hal ini bisa kita lihat dari cukup banyaknya "artis dadakan" yang melejit berkat YouTube, sebut saja Norman Kamaru, atau duet Sinta-Jojo.

Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial, terutama jejaring sosial ini tentunya tak terjadi tanpa alasan. Ada berbagai faktor yang menyebabkan melonjaknya tingkat pengguna media sosial ini.

Kemudahan dalam mengakses
Dalam mengakses media sosial tentu saja dibutuhkan internet yang saat ini semakin mudah dijangkau, baik dari sisi biaya yang saat ini semakin murah, maupun dari sisi sarana internet yang semakin berkembang. Kalau dulunya kita biasa berselancar di dunia maya melalui komputer, kini kita bahkan bisa menjelajah di internet melalui ponsel yang bisa kita bawa dalam genggaman tangan saja.

Kemudahan dalam berinteraksi sosial
Tak perlu lagi bertatap muka untuk berbicara dengan berbagai orang. Dengan media sosial, setiap orang dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan jauh lebih mudah dengan siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Selain itu, media sosial menjadi semacam ajang “eksistensi” diri. Semakin banyak seseorang berinteraksi di media sosial, semakin banyak teman yang ia punya, semakin eksis dirinya. Fenomena ini mewabah luas di kalangan pengguna jejaring sosial terutama mereka yang memasuki masa remaja.

Kemudahan dalam berbagi informasi
Berbagi informasi dapat diperoleh melalui media sosial. Tentu saja hal ini menguntungkan baik pencari dan pemberi informasi. Kemudahan dalam berbagi informasi inilah yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Banyak pengguna media sosial yang memanfaatkannya sebagai media promosi usahanya. Tentu saja hal ini meningkatkan persaingan dalam memperoleh minat para pengguna media sosial. Karena itu, strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting di dunia maya. Karakteristik dunia maya, terutama media sosial, yang cukup unik menuntut kita untuk lihai dalam mencari celah dalam memasarkan suatu usaha. Menggunakan media social agency mungkin salah satu pilihan bijak saat ini.  Arwuda Indonesia (Social Media Agency) contohnya. Arwuda memberikan layanan dalam bentuk Strategic Planning, Execution dan Maintenance, serta Monitoring dan Reporting. Layanan ini tentu dapat meningkatkan kualitas informasi yang akan sangat berguna baik bagi pemberi maupun penerima informasi.

Dengan begitu luar biasanya perkembangan media sosial ini, kita tetap harus “cerdik” dalam menggunakannya. Walaupun media sosial ini seolah bisa memindahkan dunia ke dalam sebuah layar, jangan sampai kita terlena hingga media sosial yang harusnya bermanfaat bagi kita menjadi bumerang hanya karena kita salah menggunakannya. 

Sumber:

me! yang pake jilbab ya,bukan sebelahnya :p
*Tulisan ini saya dedikasikan untuk semua pengguna media sosial di Indonesia dan Lomba Blog "Trend Media Sosial 2012 di Indonesia" yang diselenggarakan oleh www.arwuda.com :)

Komentar

  1. kalo udah di depan layar kadang suka lupa sama dunia nyata. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya banget!! trs ada juga orang yg beda banget d dunia maya sm d dunia nyata..hehe

      Hapus
  2. udah sering terjadi konflik gara2 social media ini,,,la la la...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

the art of "ngeteng":: Bintaro-Bandar Lampung!

back to Bintaroooo... Alhamdulillah udah balik ke Bintaro lagi, semoga aja otak bisa lebih fresh untuk nerima materi kuliah lagi.. Amiiinn...:D

Sekitar Dua Minggu Lalu Ya, sekitar dua minggu lalu saya menggalau. Bukan, bukan galau cinta. Juga bukan galau akademis. Kali ini saya galau liburan. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru, kampus memberikan Libur selama satu minggu. Dan ditambah dengan hasil lobi dengan para dosen, libur kami bertambah menjadi dua minggu. Cukup lama. Tapi tak cukup lama bagi saya yang berkampung halaman di ujung timur Pulau Jawa ini. Bintaro-Bondowoso. Sekitar 22 hingga 24 jam by bus lah, itu kalau lancar. Akhir tahun lalu, ketika saya pulang kampung pas masa-masa liburan akhir tahun seperti ini, saya harus merelakan diri terduduk lesu di dalam bis selama 30 jam karena macet parah.

SUSU, SEHAT DAN HALAL!

"Eh Ari, lucunyaaa... Gendut banget.. Tante jadi gemes nih! Ari suka minum susu ya kok bisa gendut gini,,??"
Susu? Bikin gendut? Hehe.. Dulu sih saya juga sempat berpikir seperti itu. Susu kan penuh lemak, ntar saya gendut dong kalau saya minum susu. Hmm, minum susu=gendut? Oke, saya yang (dulu) kurus bisa gemukan kalau minum susu! Eits, itu dulu... Sekarang? Ya, setelah sekian lama minum susu, saya pun jadi agak gemuk (hiks,,dulu sih pengen agak gemuk,tapi sekarang pengen kurus lagi), tapiii bukan susu kok penyebabnya! :D
Empat Sehat Lima Sempurna Masih ingat ga dengan kata-kata di atas? Slogan ini saya dapatkan ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, entah kelas berapa. Saya yang masih unyu waktu itu mendapatkan penjelasan bahwa tubuh kita membutuhkan beberapa jenis makanan yang kita kenal dengan sebutan empat sehat lima sempurna. Ajian sakti ini terdiri dari makanan pokok, sayur mayur, lauk pauk, dan buah-buahan. Jika mengkonsumsi empat jenis makanan itu, badan kita…