Langsung ke konten utama

SEPETAK ISTANA MULTIFUNGSI.. :)

Rumahku, Istanaku..

Sudah setahun lebih saya meninggalkan rumah saya tercinta. Ya, merantau demi menuntut ilmu di salah satu sudut ibu kota. Sudah lama saya tidak merasakan nuansa rumah yang sangat menyenangkan bagi saya. Kamar yang agak berantakan. Ruang tv yang selalu ramai. Ruang makan yang hanya jadi tempat mengambil makanan karena penghuni rumah lebih suka makan di depan tv. Ruang tamu yang selalu penuh dan berantakan saat teman-teman saya datang berkunjung. Kamar mandi di mana saya bisa bernyanyi sekeras-kerasnya dan mandi selama-lamanya. Teras yang dipenuhi dengan tanaman yang kadang dirusak oleh kucing-kucing peliharaan adik saya. 

8 September 2009
Hari pertama saya menjejakkan kaki di ibukota. Dengan begitu nekatnya, saya memberanikan diri berangkat ke Jakarta seorang diri dengan naik kereta. Itu adalah perjalanan pertama saya naik kereta, dan perjalanan pertama saya ke Jakarta. Pagi itu, seorang alumni SMA saya yang sedang menempuh pendidikan di STAN menjemput saya di Stasiun Gambir. Dan akhirnya, setelah berpetualang nonstop Turi-Gambir, lalu dilanjutkan medley bajaj-krl-angkot, sampailah saya di Kampus tercinta.

Singkat cerita, hari itu saya segera mengikuti proses(i?) daftar ulang yang memakan waktu cukup lama. Walaupun seorang diri, saya tetap menikmati setiap detik proses daftar ulang itu. Hee.. Dan sesuai kesepakatan sebelumnya, Mas Agung -kakak kelas yang menemani saya saat itu- menemani saya mencari kostan setelah daftar ulang.

Panas. Capek. Puasa. Tapi tetap saja kami menyusuri jalan menuju daerah kostan dekat kampus. Daerah pertama yang kami kunjungi adalah Sarmili. Awalnya saya sempat bingung karena jalan masuk menuju tempat ini adalah sebuah gerbang kecil yang diapit empang dan tempat pembuangan sampah. Tapi, begitu melihat rumah kost pertama yang kami kunjungi, saya langsung jatuh hati. Ya, Pondok Anugrah, rumah kost pertama yang saya kunjungi, dan akhirnya jadi tempat tinggal saya hingga saat ini. :-)


SEPETAK ISTANA MULTIFUNGSI.. :)


Saat ini, istana saya adalah sepetak ruang kecil di PoAn (Pondok Anugrah). Kamar no 2 yang berdinding pink ini sudah menjadi bagian hidup saya selama lebih dari setahun ini. Multifungsi? Ya, sangat multifungsi! Inilah beberapa sudut sepetak istana saya yang sangat multifungsi! :D



seprei sama selimut ini saya beli saat masih kos di Malang.. :)



Rak belajar yang bisa bertahan rapi dalam hitungan jam saja


Meja Belajar! Sudut favorit saya.. (karna bisa ngeliatin boneka, bukan belajar!)
Alat-alat makan juga disimpen di kamar,,hehe

gorden yang beralih fungsi jadi tempat pin dan berbagai kartu kepanitiaan





Saya dan Meja Belajar saya.. #teruskenapa

Komentar

  1. Lho, pernah kost di malang tah? Dulu sempat kuliah di Malang? (hehehe)

    BalasHapus
  2. iya mbaakk..dlu sempet 3 bulan d malang,,bimbel snmptn d brawijaya study club,,trs dterima d FIA UB bentar,hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

the art of "ngeteng":: Bintaro-Bandar Lampung!

back to Bintaroooo... Alhamdulillah udah balik ke Bintaro lagi, semoga aja otak bisa lebih fresh untuk nerima materi kuliah lagi.. Amiiinn...:D

Sekitar Dua Minggu Lalu Ya, sekitar dua minggu lalu saya menggalau. Bukan, bukan galau cinta. Juga bukan galau akademis. Kali ini saya galau liburan. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru, kampus memberikan Libur selama satu minggu. Dan ditambah dengan hasil lobi dengan para dosen, libur kami bertambah menjadi dua minggu. Cukup lama. Tapi tak cukup lama bagi saya yang berkampung halaman di ujung timur Pulau Jawa ini. Bintaro-Bondowoso. Sekitar 22 hingga 24 jam by bus lah, itu kalau lancar. Akhir tahun lalu, ketika saya pulang kampung pas masa-masa liburan akhir tahun seperti ini, saya harus merelakan diri terduduk lesu di dalam bis selama 30 jam karena macet parah.

Normal vs SC: Part 2 - SC

Assalamualaikum Nitijen!

Kini aku akan melanjutkan kisah lanjutan dari sebelumnya.

Hamil kedua..

Tak lama setelah melahirkan anak pertama, ponakan gembul tercinta pulang ke Bondowoso dan berkata "Cipuk, ini di perutnya ada adek bayinya ya?" Ish mentang-mentang perut tantenya tetap buncit, dia ngomong gituuu.. Aku pun menjawab bahwasanya gaaa, adik bayinya sudah keluar, sudah gede itu kannn.. Tapi dia ngeyel kalau ada adik bayi di perutku.. Malam harinya aku pun kepikiran, jangan-jangan bener nih! Dan benar saja Saudara-Saudara, ternyata diriku hamil lagi! Padahal anak pertama baru 10 bulan hehe..

Kehamilan yang kedua ini, aku jauh lebih santai. Kalau dulu kan tiap minggu itu aku inget berapa minggu usia janin, kalau yang kedua ini, hanya inget sampai ke satuan bulan saja. Jaga makanan seperti hamil pertama, suplemen juga. Kontrol rutin ke bidan dan dokter. Tapi kali ini pindah tempat, aku kontrol ke Bidan Ummi karena beliau terkena bagus dan juga dekat dengan rumah baruku. Se…