Langsung ke konten utama

UJIAN DAN UJIAN..


Hari ini hari yang sangat berat bagi saya. Seperti yang dijadwalkan, hari ini kami, tingkat Dua Akuntansi Pemerintahan menghadapi ujian yang menjadi makul "dewa" semester ini, Lab AKM. Materi yang sulit, latihan yang kurang, fisik yang sudah lelah karena ujian-ujian sebelumnya, pikiran pun sudah jenuh. Lengkap sudah! Belum lagi, semalam beredar soal yang diprediksikan akan keluar pada ujian hari ini. Membaca soalnya saja saya sudah capek! Jadi?
Ya, bukannya mencoba mengerjakan, saya malah berchat ria bersama teman saya. Hasilnya? Ujian tadi kacau! Sejak soal dibagikan, saya sudah sangat shock melihat waktu yang diberikan hanya 120 menit! Padahal tahun-tahun sebelumnya, pihak kampus memberikan waktu 180 menit untuk ujian makul ini. Sudahlah, tak perlu dipikirkan kenapa, yang penting saya harus bisa memanfaatkan waktu itu! Saya kerjakan soal demi soal dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang saya punya, dan akhirnya! Saya mengalami begitu banyak kesulitan! Ya, persiapan saya memang gak maksimal untuk hari ini. Dan saya pun meninggalkan ruang ujian sambil tertawa bersama teman-teman. Kami menertawakan ujian kami yang kacau balau hari ini. Tapi masih ada ujian AKM untuk hari esok! hmm...

Itu ujian hari ini?
Bukan, sebenarnya bukan ujian itu yang ingin saya ceritakan. Tapi ujian yang terjadi sebelum dan sesudah ujian lab akm.

Sebelum ujian lab akm...
Pagi ini seperti biasa kami menyibukkan diri di kamar masing-masing untuk ujian pukul 11.00. Ujian hari ini yang cukup menakutkan bagi kami memaksa kami untuk benar-benar serius menyiapkan diri. Dan ketika kami sibuk dengan segala bentuk latihan soal, sebuah kabar duka datang. Ibunda salah satu kawan kos saya berpulang pagi ini. Kawan saya hanya bisa menangis. Sedih, dan kami, turut merasakan duka itu. Jujur, saat pertama mendengar tangis kawan saya, saya pun ingin menangis. Bagaimana tidak, di saat ujian seperti ini, kawan saya kehilangan ibu yang selalu menjadi orang penting dalam hidup kita. Membayangkan rasanya pun saya tak sanggup. Bahkan seakan-akan seluruh tenaga dalam tubuh ini menghilang saat mendengar berita itu. Tapi tidak, kami tidak boleh menjadi lemah! Kami harus kuat dan menguatkan kawan kami itu! Kami segera membagi tugas untuk menemani kawan kami, membantunya mempersiapkan kepulangan, dan mengurus ijin tidak mengikuti ujian pada pihak kampus.

Setelah ujian lab akm...

Ujian lab akm berakhir dengan indahnya. Saya pun pulang dengan indahnya. Sesampainya di kosan, saya segera menghampiri kawan saya. Menanyakan keadaannya dan persiapannya untuk pulang. Tadi, sebelum ujian, saya, seorang kawan kos, dan ketua kelas kawan saya mengurusi ijin kawan saya untuk tidak mengikuti ujian dua hari ini. Dan saat berada di depan sekretariat, saya sempat bertemu dengan seorang kakak organda saya yang menyapa dan sedikit bercerita tentang ujiannya yang suram.
Kembali ke cerita kawan saya, saya dan kawan-kawan kosan yang lain masih berada di kamar kawan saya itu. Kami menyemangati, dan membantu sebisa kami. Ah, tiba-tiba saya teringat pada handphone saya yang saya tinggal d kamar. Seketika saya menuju ke kamar dan mengambil handphone. Ternyata sudah ada beberapa pesan masuk. Tak sabar saya membukanya, dan ternyata.. Kabar duka lagi.. Ayahanda kakak organda saya -yang sempat menyapa saya di depan sekretariat tadi- berpulang ke Rahmatullah. 
Segera saya dan kawan organda saya menuju kosan kakak itu. Sesampainya di sana saya masih bisa melihat jelas kesedihan yang luar biasa di wajah kakak itu.
Oh Tuhan, saya gatau lagi bagaimana perasaan saya! Memang, bukan saya yang mengalami itu semua, tapi hari ini saya benar-benar merasakannya. Saya ikut merasakan kesedihan yang jelas tersirat dari wajah mereka yang ditinggalkan orang yang sangat disayangi. Sosok ayah dan ibu yang sangat berarti bagi kita. 

Semua ini mengingatkan saya pada mama dan papa di rumah. Terutama saat ada satu kalimat yang terlontar dari kakak organda saya itu, "Suatu saat kamu akan merasakannya Fin, dan kamu harus siap untuk itu. "
Tapi jujur saya sangat tidak siap untuk itu.

Komentar

  1. aku bisa merasakannya..
    semoga amal beliau berdua dilipatgandakan ya dek,

    Suatu saat kita akan merasakan kehilangan, dan orang terkasih kita akan merasakan kehilangan kita..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

the art of "ngeteng":: Bintaro-Bandar Lampung!

back to Bintaroooo... Alhamdulillah udah balik ke Bintaro lagi, semoga aja otak bisa lebih fresh untuk nerima materi kuliah lagi.. Amiiinn...:D

Sekitar Dua Minggu Lalu Ya, sekitar dua minggu lalu saya menggalau. Bukan, bukan galau cinta. Juga bukan galau akademis. Kali ini saya galau liburan. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru, kampus memberikan Libur selama satu minggu. Dan ditambah dengan hasil lobi dengan para dosen, libur kami bertambah menjadi dua minggu. Cukup lama. Tapi tak cukup lama bagi saya yang berkampung halaman di ujung timur Pulau Jawa ini. Bintaro-Bondowoso. Sekitar 22 hingga 24 jam by bus lah, itu kalau lancar. Akhir tahun lalu, ketika saya pulang kampung pas masa-masa liburan akhir tahun seperti ini, saya harus merelakan diri terduduk lesu di dalam bis selama 30 jam karena macet parah.

Normal vs SC: Part 2 - SC

Assalamualaikum Nitijen!

Kini aku akan melanjutkan kisah lanjutan dari sebelumnya.

Hamil kedua..

Tak lama setelah melahirkan anak pertama, ponakan gembul tercinta pulang ke Bondowoso dan berkata "Cipuk, ini di perutnya ada adek bayinya ya?" Ish mentang-mentang perut tantenya tetap buncit, dia ngomong gituuu.. Aku pun menjawab bahwasanya gaaa, adik bayinya sudah keluar, sudah gede itu kannn.. Tapi dia ngeyel kalau ada adik bayi di perutku.. Malam harinya aku pun kepikiran, jangan-jangan bener nih! Dan benar saja Saudara-Saudara, ternyata diriku hamil lagi! Padahal anak pertama baru 10 bulan hehe..

Kehamilan yang kedua ini, aku jauh lebih santai. Kalau dulu kan tiap minggu itu aku inget berapa minggu usia janin, kalau yang kedua ini, hanya inget sampai ke satuan bulan saja. Jaga makanan seperti hamil pertama, suplemen juga. Kontrol rutin ke bidan dan dokter. Tapi kali ini pindah tempat, aku kontrol ke Bidan Ummi karena beliau terkena bagus dan juga dekat dengan rumah baruku. Se…