Langsung ke konten utama

7 BIDADARI KINGDOM! :D


Apaan sih, kok judulnya geje gitu?? Heee.. Kali ini saya akan bercerita tentang makhluk-makhluk di foto ini.. :-))







Makhluk-makhluk inilah yang ada di sekitar saya selama satu tahun pertama di STAN. Berawal dari sebuah pengumuman yang di tempel di samping Gedung P, di mana nama-nama kami terpampang dalam satu lembar yang sama. Kelas 1K, yang kemudian kami beri nama KINGDOM! :)

Seperti yang sudah dibicarakan banyak orang, STAN itu (dulunya) menerima mahasiswi dalam jumlah yang sangat sedikit. Untuk angkatan saya, angkatan 2009, spesialisasi Akuntansi Pemerintahan (dan sepertinya spesialisasi lainnya) rata-rata membagi mahasiswi sebanyak enam di setiap kelas, termasuk di kelas KINGDOM. Dan inilah kami,,

1. Fina..
It's me!! Hehe.. Seorang mahasiswi perantau dari ujung timur Jawa Timur! Udah ah, gitu aja. Saya lagi gak pengen cerita tentang saya. Kali ini cerita temen-temen saya aja.. :)

2. Ami..
Ami ini adalah makhluk Kingdom pertama yang saya temui ketika membaca pengumuman pembagian kelas. Awalnya malu-malu kenalan, dan akhirnya kami bertukar nomor,, hehhee... Ami, seorang perantau dari Kota Batik, Pekalongan. Dari awal, udah keliatan kalau ni anak gak bisa diem! hehe... Hiperaktif gimana gitu.. Sang bendahara kelas kingdom ini mempunyai logat bicara yang sangat khas ketika dia harus menyebutkan huruf "R"! Aktivis perkap sejati dan terkenal sebagai atlet di PORA Himas.. :D

3.Lina
Makhluk kedua yang saya temui ketika sore hari setelah saya melihat pengumuman, saya kembali ke tempat pengumuman. Hidupnya gak jauh-jauh dari yang namanya kamera. Di mana ada Lina, disana ada kamera. Udah bagaikan kembar siam sama kameranya. Gadis tinggi menjulang satu ini udah melanglang buana ke berbagai pulau di Indonesia. Lahir di Gresik, pernah di Padang, ke Makassar juga, dan sekarang bertengger di STAN. Hehe..

4. Rici
Gadis berwajah oriental bermarga Simarmata asal Lampung ini agak serem awalnya. Hehe.. Tapi ternyata dia baek hati, tidak sombong, rajin menabung, dan mengamalkan butir-butir Pancasila.. #apadeh.. Masih ngerasa bersalah banget kalo inget pernah bikin Rici pidato pas kuliah Bahasa Indonesia, aku yang usul "ide berat" itu, tapi malah Om Jin sam Rici yang jadi korban.. hee.. Maap ya Riciii... Keeksisan Rici di Kingdom makin menjadi ketika ada skandal Leci, sebuah skandal antar dua insan manusia.. Hehee...

5. Lulut
Makhluk dengan nama super duper panjang satu ini udah bagaikan Ibu Kingdom. Dengan kesigapan yang luar biasa, Menteri Kesejahteraan Sosial di Kingdom ini selalu menyediakan permen di setiap makul. (Hiks,, kangen permen Lulut). Cah Paspilo ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memejamkan mata dan berkelana di alam mimpi dalam keadaan apapun! Hehe..

6. Kiki
Nah, kalo yang satu ini adalah "partner in crime" kalo di kelas. Temen sebangku saya yang selalu jadi klien setia masalah curhat-menyurat. Dengan berbekal lembaran-lembaran kertas dan pena, curhatan-curhatan selalu mengalir nyaris di setiap kuliah. Dan dodolnya lembaran curhat kami pernah dibaca oleh tentara yang menjaga ruang Kiki pada saat ujian! Aaaaah, dodolnyaaaaaa! Sejak saat itu, kami mengurangi frekuensi curhat-menyurat! Hehehe..

Nah, katanya 7 Bidadari??
Tennaaaangg, ada satu pelengkap bidadari Kingdom!

7. Acun!!
Ini dia nih, kalo gak ada Acun, bidadari Kingdom gak lengkap! Hehe.. Wajah oriental dengan kacamata tebal ini udah bagaikan peserta olimpiade Matematika tingkat internasional. Hehe.. Cowok satu ini emang sehati sama kita-kita. Makan bareng, jalan bareng, ngrumpi bareng! Hehe.. Pokonya mah, Acun selalu melengkapi hari-hari kami! Gak ada Acum gak rame! Hehehe...


Ya, itulah sekilas tentang 7 bidadari Kingdom! Benar-benar sekilas! Sejuta kata pun gak akan sanggup menggambarkan tentang kami! hehe...

Haaah, jadi kangen sama mereka..

macet di Puncak, dan kami pun berfoto.. Hehe

Numpang foto di Gedung J.. :)

Kelaperan habis ngegame Makrab Kingdom di Puncak

Komentar

  1. pinaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ................. :-*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

the art of "ngeteng":: Bintaro-Bandar Lampung!

back to Bintaroooo... Alhamdulillah udah balik ke Bintaro lagi, semoga aja otak bisa lebih fresh untuk nerima materi kuliah lagi.. Amiiinn...:D

Sekitar Dua Minggu Lalu Ya, sekitar dua minggu lalu saya menggalau. Bukan, bukan galau cinta. Juga bukan galau akademis. Kali ini saya galau liburan. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru, kampus memberikan Libur selama satu minggu. Dan ditambah dengan hasil lobi dengan para dosen, libur kami bertambah menjadi dua minggu. Cukup lama. Tapi tak cukup lama bagi saya yang berkampung halaman di ujung timur Pulau Jawa ini. Bintaro-Bondowoso. Sekitar 22 hingga 24 jam by bus lah, itu kalau lancar. Akhir tahun lalu, ketika saya pulang kampung pas masa-masa liburan akhir tahun seperti ini, saya harus merelakan diri terduduk lesu di dalam bis selama 30 jam karena macet parah.

Berawal dari Kata, Berawal dari Keluarga

"Assalamualaikum Bun! Bulan ini ada promo lagi lho dari XXX. Satu paket berisi 12 buku yang biasanya sekian rupiah, sekarang jadi hanya sekian saja, Bun!"
Beberapa kali saya mendapatkan pesan serupa dari teman-teman saya para penjual buku. Tawaran buku mengalir menjadi godaan tersendiri bagi saya. Apalagi saat ini begitu banyak kemudahan yang bisa kita rasakan saat membeli buku secara online. Namun, seberapa penting sih buku untuk kita?

Buku bukanlah hal yang asing bagi saya. Sejak kecil, saya selalu dikelilingi oleh buku, mulai dari buku pelajaran, majalah, ensiklopedia, hingga komik. Hidup dengan lingkungan seperti itu tentu saja membawa pengaruh yang sangat besar bagi kebiasaan membaca buku saya. Dan kini, di saat saya sudah menjadi ibu dari dua anak, tentunya saya ingin menciptakan hal yang serupa bagi anak saya.
Pentingnya Buku dan Membaca
Dulu, setiap awal tahun ajaran, begitu mendapatkan buku paket pelajaran dari sekolah, saya langsung mengambil buku pelajaran Bahasa In…