Langsung ke konten utama

Postingan

SUNAT MASA KINI, TANPA JARUM!

Assalamualaikum..

Mengawali tahun ini, saya akan bercerita tentang momen penutup tahun 2019 di keluarga saya, yaitu  proses sunat alias khitan anak saya Narendra!

Sebenarnya, saya dan suami belum ada rencana untuk mengkhitan Naren. Beberapa minggu yang lalu, Naren dan Dayu membantu Mama saya mengemasi snack untuk acara Khitan Massal yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni SMADA Bondowoso. Kebetulan Mama saya jadi panitia di sana. Sembari membungkus nih, saya jelaskan lah ke Naren, " Ini jajannya buat Mas-Mas yang mau disunat, hebat lho Mas-Masnya sudah berani disunat. Naren ya juga nanti harus disunat kalau sudah berani, dibersihkan tititnya, dibuang kulitnya sedikitttt.. Kata Ayah sakit sedikit, tapi ya harus berani. Kalau Bunda sih ga tau gimana rasanya, Bunda kan ga disunat, hehehe"

Berawal dari obrolan itu lah, tiba-tiba keesokan harinya Naren bilang "Bun, aku berani wes sunat!". Ga ada angin ga ada hujan, tiba-tiba dia bilang begitu! Untuk memastikan, saya tan…
Postingan terbaru

Berawal dari Kata, Berawal dari Keluarga

"Assalamualaikum Bun! Bulan ini ada promo lagi lho dari XXX. Satu paket berisi 12 buku yang biasanya sekian rupiah, sekarang jadi hanya sekian saja, Bun!"
Beberapa kali saya mendapatkan pesan serupa dari teman-teman saya para penjual buku. Tawaran buku mengalir menjadi godaan tersendiri bagi saya. Apalagi saat ini begitu banyak kemudahan yang bisa kita rasakan saat membeli buku secara online. Namun, seberapa penting sih buku untuk kita?

Buku bukanlah hal yang asing bagi saya. Sejak kecil, saya selalu dikelilingi oleh buku, mulai dari buku pelajaran, majalah, ensiklopedia, hingga komik. Hidup dengan lingkungan seperti itu tentu saja membawa pengaruh yang sangat besar bagi kebiasaan membaca buku saya. Dan kini, di saat saya sudah menjadi ibu dari dua anak, tentunya saya ingin menciptakan hal yang serupa bagi anak saya.
Pentingnya Buku dan Membaca
Dulu, setiap awal tahun ajaran, begitu mendapatkan buku paket pelajaran dari sekolah, saya langsung mengambil buku pelajaran Bahasa In…

Weekend Trip to Baluran!

Setelah rangkaian hectic Ramadhan-Lebaran-Mudik-UAS-Perpisahan Sekolah Naren, akhirnya tiba juga waktu yang cukup senggang. Alhamdulillah yahhh.. Untuk mengisi waktu weekend ini, kami pun berpelesir ke Timur Jawa Timur!

HAPPY AND HEALTHY MOMMY, HAPPY FAMILY!

Beep Beep Beep Beep!!!



Pukul 04.30 pagi telah tiba! Hari baru telah tiba!



Sebagai seorang ibu beranak dua dan juga pekerja, saya harus memulai hari sejak alarm di ponsel saya ini berbunyi! Bagaikan mesin, secara otomatis tubuh ini bangun untuk segera Shalat Subuh, menyiapkan sarapan, membersihkan botol susu anak-anak, mencuci, menyiapkan air hangat untuk mandi para krucil, dan juga menyiapkan sarapan... Setelah berjibaku dengan dapur, cucian, dan juga anak-anak tercinta, saya harus menyiapkan diri untuk pergi bekerja, Kebetulan saat ini saya bertugas di kantor yang berjarak 35 km dari rumah. Jadi, saya harus ready to go paling lambat pukul 06.30. Sungguh pagi yang sibuk! 



Drama pagi yang sibuk ini tentu saja tak hanya dialami oleh saya. Di berbagai rumah lainnya, ada begitu banyak Ibu yang mengawali hari dengan berbagai kesibukan yang luar biasa ini. Tentu saja kadang lelah menghampiri. Tapi, kita para ibu harus pintar-pintar nih mencari cara mengatasi seribu lelah dan juga keluh kesah y…

Normal vs SC: Part 2 - SC

Assalamualaikum Nitijen!

Kini aku akan melanjutkan kisah lanjutan dari sebelumnya.

Hamil kedua..

Tak lama setelah melahirkan anak pertama, ponakan gembul tercinta pulang ke Bondowoso dan berkata "Cipuk, ini di perutnya ada adek bayinya ya?" Ish mentang-mentang perut tantenya tetap buncit, dia ngomong gituuu.. Aku pun menjawab bahwasanya gaaa, adik bayinya sudah keluar, sudah gede itu kannn.. Tapi dia ngeyel kalau ada adik bayi di perutku.. Malam harinya aku pun kepikiran, jangan-jangan bener nih! Dan benar saja Saudara-Saudara, ternyata diriku hamil lagi! Padahal anak pertama baru 10 bulan hehe..

Kehamilan yang kedua ini, aku jauh lebih santai. Kalau dulu kan tiap minggu itu aku inget berapa minggu usia janin, kalau yang kedua ini, hanya inget sampai ke satuan bulan saja. Jaga makanan seperti hamil pertama, suplemen juga. Kontrol rutin ke bidan dan dokter. Tapi kali ini pindah tempat, aku kontrol ke Bidan Ummi karena beliau terkena bagus dan juga dekat dengan rumah baruku. Se…

Normal vs SC: Part 1- Lahiran Normal

Assalamualaikummm...
Long time no see sama blog ini.. Postingan terakhir masih jaman ojt dulu (tapi postingan alay, jadi ku hapus sajalah hahaha). Sejak kerja, nikah, lalu punya anak ga sempat nulis blog ini ☹ Berhubung sekarang lumayan banyak waktu senggang, insyaallah pengen rutin nulis lagi..
Now I'll tell you abouuutttt.... Lahiran Normal vs SC!!!
Tenang tenang, ini bukan perdebatan, ini adalah percurhatan! Karena oh karena diriku sudah merasakan dua-duanyaaaa.. Dapat bonus induksi pula!
LAHIRAN PERTAMA: NORMAL!
Kisah ini terjadi 2014 lalu ketika aku masih muda belia. Namanya hamil anak pertama, masih awam ini itu, masih ga ada gambaran gimana lahiran itu walau  sudah baca segala macam teori lahiran. Sampai dengan HPL tiba, sang gelombang cinta pun tak segera datang. Berdasarkan info dari sana sini, kita disarankan sabar menanti dan mencoba segala cara untuk memancing gelombang cinta. Tapi apa daya,akhirnya HPL+9 hari, aku dan suami memutuskan untuk periksa ke Bidan Nengah. Se…

SEPETAK KEBUN KECIL, BEKAL BESAR UNTUK SI PEMIMPIN KECIL!

“Anyan ta tatas.. tuyun ta tamping.. Anyan te tepan.. Duduk na nanisss!!“, celoteh si Xela sembari menggerak-gerakkan kedua tangannya. Lucu ya melihat perkembangan seorang anak dari waktu ke waktu. Ya Xela ini contohnya, dia adalah keponakan saya yang masih berusia 15 bulan. Setahun ke belakang ini saya mendapatkan kesempatan untuk pulang ke rumah dan melihat perkembangan keponakan saya sejak ia lahir, belajar tengkurap, merangkak, berjalan, hingga bernyanyi. Luar biasa sekali ya perkembangan seorang manusia di masa awal kehidupannya!
Sebuah Rencana
Melihat perkembangan keponakan saya dari waktu ke waktu, tentu saja saya jadi terbayang bagaimana jika saya mempunyai anak sendiri nanti. Apalagi dengan usia yang sudah kepala dua ini, sudah banyak yang  bertanya kapan saya nikah, yaa, jadi kebayang deh gimana entar kalau udah nikah, dan punya anak.. Hmm, kadang juga jadi kepikiran susah ga ya merawat dan mendidik anak itu.. Ya saya sih ingin anak-anak saya jadi anak-anak yang unggul, kreat…